Palpasi Yaitu Pemeriksaan dengan Tangan dan Jari, Ini Macam-Jenisnya

Palpasi yakni pemeriksaan yang dilaksanakan oleh dokter atau kekuatan medis dengan menerapkan tangan dan jari. Pemeriksaan ini melibatkan sentuhan lahiriah pada tubuh pasien untuk mengecek kondisi organ, otot, dan jaringan lainnya. Palpasi yakni metode yang tak jarang digunakan untuk mendiagnosa beraneka kondisi medis, dari yang ringan sampai yang serius.

Palpasi yakni pemeriksaan yang mencakup beraneka teknik, mulai dari palpasi ringan sampai palpasi dalam. Palpasi ringan digunakan untuk mendeteksi nyeri, spasme otot, atau massa di permukaan tubuh. Palpasi dalam dilaksanakan untuk mengevaluasi organ-organ yang berlokasi lebih dalam, seperti hepar, limpa, dan ginjal. Teknik ini memberikan berita penting kepada dokter untuk memutuskan langkah selanjutnya dalam diagnosis dan perawatan.

Memahami palpasi yakni pemeriksaan yang esensial bagi kekuatan medis untuk melaksanakan diagnosis yang akurat. Palpasi dapat mengidentifikasi permasalahan semenjak dini dan menolong mencegah kondisi yang lebih serius. Selain itu, teknik ini membutuhkan keahlian khusus dan pengalaman, sehingga pemahaman yang baik seputar palpasi menjadi kunci dalam praktik medis yang efektif dan profesional.

Mengetahui Pemeriksaan Palpasi
Palpasi yakni pemeriksaan yang dilaksanakan oleh dokter slot spaceman atau kekuatan medis untuk mengevaluasi kondisi lahiriah pasien dengan menerapkan tangan dan jari. Sistem ini digunakan untuk mendeteksi beraneka unsur seperti kelembutan, kekakuan, massa, temperatur, posisi, ukuran, kecepatan, dan kualitas nadi perifer.

Pemeriksaan ini menjadi salah satu komponen penting dalam rangkaian diagnosa medis karena dapat memberikan berita permulaan seputar kesehatan dan kondisi tubuh pasien.

Pemeriksaan palpasi betul-betul penting dalam mendiagnosa beraneka kondisi kesehatan, termasuk permasalahan pada organ dalam dan jaringan tubuh. Posisi pasien saat dilaksanakan palpasi sepatutnya rileks dan nyaman untuk menghindari ketegangan otot, yang dapat memberi pengaruh hasil pemeriksaan. Menurut Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI, palpasi yakni langkah kedua dalam pemeriksaan lahiriah pasien, sesudah inspeksi visual. Teknik ini menjadi dasar bagi banyak keputusan medis yang diambil selanjutnya.

Mengutip dari buku Didik Clinical Skills and Reasoning Keterampilan Pemeriksaan Abdomen yang dipublikasi Universitas Muhammadiyah Jakarta, palpasi yakni dapat dilaksanakan pada beraneka komponen tubuh, termasuk abdomen, hepar, limpa, dan ginjal. Pemeriksaan palpasi pada abdomen, misalnya, bertujuan untuk mendeteksi nyeri, spasme otot, serta massa atau organ superfisial yang mungkin mengalami perubahan.

Terdapat dua variasi palpasi pada abdomen, yakni palpasi ringan dan palpasi dalam. Palpasi ringan menerapkan tekanan lembut untuk menyentuh permukaan perut, sementara palpasi dalam melibatkan tekanan lebih kuat untuk mendeteksi organ-organ yang berlokasi lebih dalam.

Palpasi yakni teknik yang membutuhkan keahlian khusus dan pengalaman. Pemeriksaan palpasi pada hepar dilaksanakan untuk mengetahui apakah hati teraba atau tidak, serta untuk mengevaluasi ukurannya, permukaannya, dan konsistensinya. Teknik ini betul-betul bermanfaat dalam mengidentifikasi kemungkinan permasalahan pada organ ini. Teknik khusus seperti \\\”hooking technique\\\” kadang-kadang digunakan untuk memudahkan palpasi pada pasien obesitas.

Pemeriksaan palpasi juga mencakup metode khusus untuk mendeteksi ukuran dan posisi limpa, yang disebut metode Schuffner. Pada pemeriksaan ginjal, metode ballotement digunakan untuk menikmati mobilitas ginjal di antara kedua tangan. Pemahaman yang baik seputar pemeriksaan palpasi betul-betul penting bagi kekuatan medis untuk membuat diagnosa yang akurat dan mengambil tindakan yang ideal. Oleh karena itu, palpasi yakni pemeriksaan yang esensial dalam praktik kedokteran dan kesehatan.

Macam-Macam Pemeriksaan Palpasi

Masih mengutip dari buku Didik Clinical Skills and Reasoning Keterampilan Pemeriksaan Abdomen, ini variasi-variasi pemeriksaan palpasi yang dialamatkan:

1. Palpasi Ringan (Light Palpation)
Palpasi ringan yakni variasi pemeriksaan palpasi yang dilaksanakan dengan tekanan lembut dan ringan pada permukaan tubuh. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendeteksi nyeri, spasme otot, dan sebagian organ atau massa superfisial.

Untuk melaksanakan palpasi ringan, dokter atau kekuatan medis meletakkan telapak tangan secara horizontal dengan jari-jari menyatu dan mendatar di dinding abdomen. Gerakan menekan dilaksanakan dengan tekanan ringan dan lembut. Macam pemeriksaan palpasi ini tak jarang digunakan sebagai langkah permulaan untuk mengetahui apakah ada tanggapan tidak normal di permukaan tubuh.

2. Palpasi Dalam (Deep Palpation)
Palpasi dalam yakni variasi pemeriksaan palpasi yang dilaksanakan dengan tekanan lebih kuat untuk mengevaluasi organ-organ yang berlokasi lebih dalam. Pemeriksaan ini biasanya digunakan untuk mengetahui tepi hepar, limpa, ginjal, dan massa intra-abdomen.

Sistem melaksanakan palpasi dalam, komponen permukaan telapak jari-jari tangan ditekan pada keempat kuadran abdomen. Macam pemeriksaan palpasi ini mengidentifikasi massa apa malah yang teraba, dengan memandang lokasi, ukuran, format, konsistensi, kelembutan, mobilitas kepada jaringan sekitar, dan nyeri tekan.

3. Palpasi Hepar
Palpasi hepar yakni variasi pemeriksaan palpasi yang digunakan untuk mengetahui apakah hati teraba atau tidak. Apabila teraba, dokter akan mengevaluasi ukurannya, tepinya, permukaannya, dan konsistensinya. Untuk melaksanakan pemeriksaan ini, pasien sepatutnya tidur terlentang dan rileks dengan melipat kedua tungkai kaki.

Tangan kiri diletakkan di komponen belakang pasien setinggi costa XI-XII untuk menekan ke arah ventral sehingga hati gampang teraba dari depan. Tangan kanan diletakkan pada perut sisi kanan lateral otot rektus dengan ujung jari tangan ideal di bawah tempat pekak hati.

4. Palpasi Limpa (Sistem Schuffner)
Palpasi limpa dengan metode Schuffner yakni variasi pemeriksaan palpasi untuk mendeteksi ukuran dan posisi limpa. Sistem ini menerapkan garis imajiner yang dibuat mulai dari pertengahan arcus costa kiri lewat umbilikus menuju ke SIAS (Spina iliaca anterior superior) kanan.

Pemeriksaan dilaksanakan dengan pasien dalam kondisi rileks dengan kedua tungkai ditekuk. Palpasi dimulai dari SIAS kanan, lewat umbilicus menuju arkus costae kiri. Kerja ini digunakan untuk mendeskripsikan ukuran pembesaran limpa menurut skala Schuffner.

5. Palpasi Ginjal (Pemeriksaan Ballotement)
Palpasi ginjal menerapkan teknik ballotement untuk mendeteksi mobilitas ginjal di antara kedua tangan. Pemeriksaan ini tak jarang dilaksanakan pada kedua ginjal, walaupun pada orang dewasa normal, ginjal biasanya tidak teraba. Untuk melaksanakan pemeriksaan ini, tangan kiri diletakkan di posterior pasien, di kaudal dari iga ke-12 dengan ujung jari pada sudut kostovertebra.

Tangan kanan diletakkan pada abdomen kanan atas, di lateral dari m. rectus abdominis (RUQ). Pada puncak inspirasi, tekanan dalam diberi dengan tangan kanan untuk menikmati mobilitas ginjal. Macam pemeriksaan palpasi ini menolong dalam mendiagnosa kondisi ginjal yang tidak normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *