Sejarah Panjang Odading, Roti Bantal yang Viral

Celetukan Mang Oleh: Odading Mang Oleh, rasanya seperti Anda menjadi Iron Man

Di hubungi terpisah, antropolog Universitas Brawijaya, Ary Budiyanto menyatakan odading, tak cuma di temukan di Bandung, tapi terhitung di Jawa Tengah. “Kalau di Jawa Tengah, orang Jawa lama sebutnya Galundeng atau umumnya di sebut kue bolang-baling, roti bantal. Ini saudaranya cakwe,” ujar dia.

Sebenarnya menurut Ary, odading di namakan chinese doughnut yang sudah lama jadi barang jualan khas orang Tionghoa bersama cakwe, onde-onde, dan moho. Kudapan itu masih sering di temukan dan di jual semangat atau tenongan.

Perbedaan antara cakwe bersama odading terlihat dari rasa dan waktu di makannya. Cakwe di makan bersama bersama bubur, sedang kue sebagai cemilan. “Dari faktor rasa, cakwe gurih sedang odading manis.”

Saat roda menjadi di kenal, mereka berjualan bersama alat bantu dorong. Biasanya, mereka merekrut warga pribumi untuk menjualkan dagangannya. Kemudian orang pribumi studi langkah membuatnya. Ada pula yang berubah profesi berjualan dagangan yang sama.

Kian hari, odading berkembang dan tambah di kenal masyarakat. Karena itu, rasa odading dahulu dan saat ini berbeda.

“Kalo rasa ya memang pasti tersedia bedanya. Namun, cuma orang-orang tua yang sanggup membedakan. Kan minyak goreng dahulu masih memakai minyak kacang atau minyak kelapa, saat ini sawit. Belum lagi style tepung zaman dulu dan saat ini dan juga raginya,” ujar dia.

Selain rasa, odading waktu ini kelihatan lebih modern dan bervariasi. Tak cuma sanggup di taburi wijen dan gula, tapi terhitung coklat dan kacang.

Ary menyatakan kue-kue murah meriah semacam cakwe dan odading dahulu biasa tersedia waktu pasar malam. Hingga sekarang, waktu sekatenan (kegiatan tahunan peringatan Maulid Nabi Muhammad yang di selenggarakan oleh Keraton Surakarta dan Yogyakarta) atau festival dugderan biasa terlihat di sana. “Yang pasti ringan melacak kue odading dan cakwe di kota yang tersedia pecinnya,” ujar dia.

Saat kelenteng atau pecinan ada, maka kue khas Cina ini terhitung pasti hadir, kuliner tersedia bersama manusianya. Kue ini datang waktu komunitas di pecinan ada. Jadinya, lanjut dia tiap tiap kota bakal berlainan kemunculannya.

Selain onde-onde, tersedia terhitung makanan lain khas Bandung. Yakni Surabi Bandung dan kue balok. Kudapan itu sudah tersedia sejak zaman Belanda dan sempat kondang di th. 90-an.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *