CEDRS PresUniv dan NSCMI Ingatkan Menjaga Bumi dengan Skor Kemanusiaan

Center for Environment, Disaster Resilience, and Sustainability (CEDRS) President University (PresUniv) berkolaborasi dengan PT Nippon Steel Chemical and Material Indonesia (NSCMI) menggelar Earth Day Festival 2024 (24/4/2024).

Festival yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bumi ke-43 mengusung tema “We Share, We Care: Sustainability Tribute to Earth and Humanity”. Festival digelar di Auditorium Charles Himawan, Gedung A Kampus PresUniv, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Hadir dalam festival hal yang demikian Prof. Retnowati (Wakil Rektor Bidang Sumber Tenaga), Yunita Ismail Masjud (Direktur CEDRS), Yayan Heryana (Manager Human Resource General Affairs Nippon Steel) dan Jo Kumala Dewi (Direktur Kemitraan Lingkungan, Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan).

Earth Day Festival PresUniv diisi dengan beragam aktivitas di antaranya seminar yang menghadirkan tiga pembicara. Pembicara pertama Rijal Hakiki (Dosen Prodi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Presuniv) mengangkat topik “Membangun SDM Unggul: Membumikan Kesadaran dan Kepedulian terhadap Bumi dan Kemanusiaan”.

Pembicara kedua, Bambang Sudiarto (Pemerhati Lingkungan Hidup Universitas Padjajaran) membahas tema “Sampah Bukan Limbah: Kans dan Tantangan”. Padahal pembicara ketiga Henri Parulian Saragih (Head of EHS & CSR PT Mane Indonesia) mengangkat materi “Pengelolaan Limbah Organik Industri”.

Pembicara pertama, Rijal Hakiki menegaskan, kondisi bumi benar-benar tergantung pada perilaku manusia. “Sudah menjadi fitrah manusia bahwa mereka depo 10k diwujudkan untuk menjadi pemimpin di muka bumi,” ujarnya.

“Padahal seperti itu kurangnya kesadaran terhadap hal ini, termasuk pada memprioritaskan aspek lingkungan dalam kehidupannya bisa membikin manusia, yang patut berperan sebagai pemimpin di muka Bumi, bahkan berubah menjadi perusak alam,” ungkap Rijal Hakiki.

Maka, menurut Rijal, kesadaran manusia akan fitrahnya sebagai pemimpin menjadi benar-benar penting. “Padahal seperti itu kesadaran ini juga patut diimbangi dengan upaya manusia untuk meningkatkan wawasan dan kemahirannya dalam menjaga dan merawat Bumi,” katanya.

Pengurangan Plastik

Tahun 2024 ini, Hari Bumi mengusung tema “Planet vs Plastik”. Dalam sambutan, Jo Kumala Dewi mengatakan, “mengapa planet dan plastik patut dipertentangkan? Ini karena kita sudah menerapkan plastik secara berlebihan, sehingga memicu terjadinya situasi sulit lingkungan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *