Kecerdasan Visual Spasial Pada Anak Usia Dini

Kecerdasan visual spasial anak ini merupakan salah satu dari ketujuh kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Keunggulan dari kecerdasan ini adalah kemampuan berpikir, memahami, serta menerjemahkan pikiran dan juga imajinasi dalam bentuk visual. 

Cara Mengembangkan Kecerdasan Visual Spasial 

Bagi anak yang tidak menunjukkan adanya kecerdasan visual spasial pun dapat dikembangkan kemampuannya. Berikut adalah cara mengembangkan kecerdasan visual spasial pada anak usia dini

1. Mengajarkan Cara Menggambar 

Aktivitas seperti menggambar dan melukis adalah sebuah kegiatan yang dapat melatih imajinasi serta kreativitas pada anak usia dini. Caranya adalah dengan cara orang tua menyiapkan alat-alat yang menunjang anak untuk menggambar seperti pensil warna, krayon, dan yang lainnya. 

2. Ajak Bermain Hal Hal yang Menarik 

Ajaklah anak bermain hal-hal yang menarik, yang bersifat konstruksi agar dapat melatih kreatifitas anak seperti menyusun puzzle, balok, atau membuat istana pasir dan masih banyak lagi. 

3. Rajin Membaca Dongen dan Cerita yang Seru

Rajin membacakan dongeng atau cerita pada anak sangatlah penting, tidak hanya menyenangkan, tapi kegiatan ini juga bisa menjadi hubungan lebih dekat. Pada kegiatan ini anak biasanya akan bertanya dan berusaha menggambarkan situasi berdasarkan cerita sesuai dengan imajinasi mereka. 

Kecerdasan visual spasial Menurut ahli Musfiroh (2004 : 67) kecerdasan spasial merupakan kecerdasarakan yang terdiri dari kemampuan berpikir dalam gambar, kemampuan menyerap, merubah dan juga menciptakan berbagai macam aspek dunia visual-spasial. 

Ciri-ciri Kecerdasan Visual Spasial Pada Anak

Untuk mengetahui kecerdasan visual spasial, biasanya mereka terlihat lebih menonjol dari teman yang lainnya. Ciri-ciri kecerdasan visual spasial anak yaitu.

1. Pandai Memahami Visual

Salah satu contoh kecerdasan visual spasial anak yang paling terlihat jelas yaitu pandai dalam memahami berbagai visual. Hal yang membedakan anak yang memiliki kecerdasan visual spasial yaitu memahami visual meski hanya melihat dengan sekilas. 

2. Memahami Spasial Dengan Baik

Kelebihan anak yang memiliki kecerdasan visual spasial ini memiliki pemahaman spasial yang baik. Contohnya adalah ketika anak dengan mudah memahami berapa jarak antara tempatnya berdiri dengan objek tertentu yang ada di sebelahnya. 

3. Hobi Mendesain

Kecerdasan visual spasial anak ini biasanya ditandai dengan anak yang gemar beraktivitas yang berhubungan dengan desain, kreativitas tertentu, ataupun penilaian. Anak yang memiliki kecerdasan visual spasial ini biasanya lebih suka berkecimpung dalam pekerjaan seni, arsitektur, desainer, dan juga semacamnya. 

4. Bisa Ditemukan Pada Orang yang Tidak Dapat Melihat

Kecerdasan visual spasial ini juga bisa ditemukan pada anak yang tidak dapat melihat sekalipun. Meski memiliki keterbatasan dalam melihat, tapi kecerdasan visualnya tetap bisa digali. Biasanya mereka menggunakan inderanya untuk merasakan dan juga mengkalkulasi seperti bentuk, luas, ukuran, hingga panjang objek. 

5. Peka Terhadap Lingkungan

Anak yang memiliki kecerdasan visual spasial ini biasanya sangat detail dengan lingkungannya. Tidak hanya itu, mereka yang memiliki kemampuan kecerdasan visual spasial anak dapat mengingat dengan mudah informasi yang terdapat di sekitarnya dengan mudah. 

6. Pandai Membaca Grafik

Anak yang memiliki kemampuan kecerdasan visual ini biasanya dapat dengan mudah membaca grafik perihal informasi yang ada pada peta atau grafik. Tidak hanya itu, mereka juga dengan mudah mendeteksi bentuk yang mengandung informasi visual. 

Bagi Anda seorang mama bisa memberikan stimulasi pada anak dengan menyediakan berbagai bentuk dan juga warna seperti puzzle yang dapat disusun serta membentuk sesuai dengan keinginan serta membuat sesuatu dari berbagai bahan untuk melatih kecerdasan visual spasial anak

Kupas Cara Mengaktifkan Otak Kanan Agar Cerdas, Cobalah!

Imajinasi dapat mengubah dunia, begitulah banyak penemuan membuktikan. Kisah Elias Howe sang pencipta mesin jahit, merupakan kenyataan. Lalu bagaimana cara mengaktifkan otak kanan agar cerdas? Pembahasan di bawah ini patut Anda coba.

Imajinasi bagian dari daya kreativitas manusia, dan otak kanan memiliki dominasi terhadap emotional quotient (EQ) yaitu berkaitan dengan pola interaksi, seni, dan jiwa intuitif. Metode yang tepat akan menguatkan kinerja otak kanan manusia untuk mengolah pengetahuannya.

Meningkatkan Kinerja Otak Kanan

Kemampuan mencakup komunikasi, sosialisasi, khayalan, kesenian, bahkan ingatan jangka panjang merupakan kehebatan otak kanan. Memperkuat kinerjanya adalah cara mengaktifkan otak kanan agar cerdas, diantara metode yang dapat Anda lakukan, sebagai berikut :

  1. Merangsang Rasa Penasaran

Ketika Anda menjadi orang tua, pendidik, ataupun sedang menelisik suatu masalah, seringkali terlupa hal sepele bernama “penasaran” padahal itu menjadi pemantik efektif sebagai cara melatih otak kanan agar kreatif

Anda dapat membiasakan anak untuk melontarkan pertanyaan, atau ajukanlah pertanyaan, atau bercengkrama tentang hal yang sedang menarik perhatiannya, dengan demikian akan menggugah rasa untuk menggali informasi dan mempelajari topik tersebut.

Rasa penasaran dapat menjadi langkah awal menarik minat baca, menemukan objek/gagasan baru, dan konsep berpikir kreatif dalam mengatasi masalah yang sedang dihadapi. Alasan itulah mengapa rasa penasaran dapat menjadi cara mengaktifkan otak kanan agar cerdas.

  1. Menganalisis Sudut Pandang

Salah satu keahlian otak kanan adalah daya imajinasi, dengan sebuah angan dan sudut pandang, Anda dapat memanfaatkan kedua hal tersebut sebagai cara melatih otak agar pintar membaca peluang dalam kehidupan.

Semisal, saat ini Anda berstatus mahasiswa, namun pada waktu bersamaan Anda dapat berimajinasi dengan mengubah sudut pandang. Berpikir bahwa Anda seorang pengusaha, maka saat melihat pola kehidupan kampus, dapat Anda jadikan ide untuk memulai bisnis.

  1. Metode Biodrawing

Istilah biodrawing sebagai cara belajar dikenalkan oleh Femi Olivia, penulis buku “Meroketkan Kekuatan Otak Kanan dengan Jurus Biodrawing”. Otak kanan lekat dengan unsur seni, metode ini menstimulasi pembelajaran dengan penekanan melalui media visual.

Penggunaan visual terbukti menjadi cara melatih otak agar tidak mudah lupa. Penangkapan visual lebih melekat dalam ingatan dibanding verbalisme. Biodrawing tidak terbatas gambar ciptaan, namun juga dapat melibatkan motorik, atau pemandangan alam secara langsung. 

  1. Belajar Sambil Bermain

Bermain dapat menambah kreativitas seorang anak. Banyak permainan yang dapat dijadikan pilihan sebagai cara melatih otak agar fokus, seperti rubik, puzzle, dan flash card. Permainan lain layaknya halma atau ular tangga juga dapat mengasah otak menyusun strategi.

Bermain di sini dapat diartikan juga sesuai dengan hobi seseorang. Memainkan alat musik misalnya, atau melukis, bahkan juga menjawab teka teki silang. Oleh karena itu, menikmati hobi dapat menjadi pilihan cara mengaktifkan otak kanan agar cerdas bagi Anda.

  1. Olahraga

Penelitian oleh para ahli menyatakan olahraga tidak hanya memberikan pengaruh terhadap daya tahan tubuh, tetapi juga terhadap kecerdasan. Melakukan aktivitas ringan namun teratur seperti jalan santai, atau aerobik juga membantu dalam upaya peningkatan kinerja otak.

Penutup 

Demikian pembahasan mengenai cara mengaktifkan otak kanan agar cerdas yang tentu saja dapat Anda lakukan dengan mudah dalam kegiatan sehari-hari. Otak yang cerdas dapat terwujud dengan melatih dan mengasah kemampuan, serta kemauan untuk terus belajar.